Sajadah panjang tergelar apik di hamparan,
berarah satu dalam formasi baris yang tertata
menampung tubuh renta yang kehausan
Asmaranya melambung tinggi,
menerawang dalam angan sebagai hamba
menistakan batas tirai yang menghalangi
Dahinya menggesek birunya beledru,
mengeluarkan percikan rindu akan keagungan
menghadirkan bulir-bulir kesegaran dalam jiwa yang kehausan
Hidungnya mencium aroma kasturi,
yang terhembus dari semilir angin syurga
memberikan getar-getar kebahagian yang hakiki
Mulutnya berguman tentang kerinduan yang terpendam
Begitu menggebu di balik hati yang kasmaran
“Maha suci Allah yang Maha tinggi, segala puji hanya kepada Nya”
Perlahan raganya membungkuk penuh penghambaan
membentuk sebuah penyerahan dengan penuh ketulusan
kepada yang memiliki hidup dan pemberi kehidupan
Lueng Putu, September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar